Rabu, 26 Februari 2020

Desain Sistem


BAB 6
DESAIN SISTEM
    A.      Definisi
Desain Sistem adalah tahap setelah analisis sistem dari siklus pengembangan system yang mendefinisikan dari kebutuhan-kebutuhan fungsional , persiapan untuk rancang bangun implementasi, menggambarkan bagaimana suatu system dibentuk yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi, termasuk menyangkut mengkonfigurai dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu system.
   B.      Tujuan Melakukan Desain System
1.       Untuk memenuhi kebutuhan para pemakai sistem
2.       Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat. Tujuannya lebih condong pada desain sistem yang terinci, yaitu pembuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap untuk nantinya digunakan untuk pembuatan program komputernya.
   C.      Faktor faktor yang harus dilakukan dalam melakukan desain system, meliputi:
1.       Kualitas dan kegunaan informasi
Sistem informasi harus dapat menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu tepat waktunya (timely), tepat nilainya (accurate) dan relevan (relevance).
2.       Kebutuhan-kebutuhan system
a.       Keandalan > menunjukan seberapa besar sistem dapat di andalkan untuk melakukan suatu proses yang dapat dipercaya dan dibutuhkan
b.      Ketersediaan> berarti bahwa sistem mudah diakses oleh user
c.       Keluwesan> menunjukan bahwa sistem mudah beradaptasi yang memuaskan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan user yang berubah.
3.       Kebutuhan-kebutuhan pengolahan data
a.       Volume> menunjukan volume data yang terlibat dalam pengolahan data. Volume menunjukan jumlah dari data yang harus diproses dalam satu periode waktu tertentu.
b.      Hambatan waktu pengolahan>  menunjukan jumlah dari waktu yang dapat diterima  saat data siap diproses sampai informasi dihasilkan.
c.       Permintaan perhitungan > merupakan model-model matematik yang harus diterapkan sehingga informasi dapat dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan oleh user.
4.       Faktor-faktor organisasi
a.       Sifat organisasi> untuk mengidentifikasi dan memahami kebutuhan informasi bagi suatu organisasi yang tertentu, pertama kali yang perlu dipahami adalah sifat organisasi.
b.      Tipe organisasi > dapat dikategorikan sebagai berikut:
1)      Organisasi fungsional , yaitu setiap manajer bertanggung jawab untuk area fungsi tertentu, misal produksi, marketing dll
2)      Organisasi divisional, yaitu tiap-tiap manajer divisi bertanggung  jawab terhadap semua fungsi dalam divisinya
3)      Organisasi matrix, yaitu beberapa manajer mempunyai tanggun jawab bersama terhadap suatu fungsi dalam suatu proyek.
c.       Ukuran organisasi> semakin besar ukuran organisasi, semakin banyak informasi yang dibutuhkan
d.      Struktur organisasi> juga merupakan faktor yang mempengaruhi kebutuhan informasi. Contoh : tanggung jawab terhadap manajemen persediaan dapat berada pada tanggung jawab departemen produksi di suatu organisasi atau dapat berada pada departemen pembelian pada organisasi yang lain. Pada departemen produksi biasanya membutuhkan informasi mengenai ketersediaan persediaan, perputaran persediaan dan kualitasnya. Sedangkan pada departemen pembelian lebih membutuhkan informasi mengenai harga dan pemasok.
e.      Gaya manajemen> terdapat 2 gaya manajemen tersebut yaitu:
1)      Gaya manajemen yang otokratik lebih senang dengan sistem informasi yang terpusat (centralized)
2)      Gaya manajemen yang demokratik lebih senang dengan informasi yang tersebar (decentralized)
5.       Kebutuhan biaya efektifitas
Desain sistem informasi perlu dipertimbangkan antara biaya untuk memperolehnya dengan manfaat informasi yang dihasilkan.
6.       Faktor-faktor manusia
Analisis sistem harus mencoba untuk dapat mendesain sistem yang dapat diterima oleh semua pemakaiannya, tidak hanya satu atau dua oramg pemakai saja. Sistem informasi yang di desain dengan memperhatikan faktor-faktor manusianya akan didapat sistem informasi dengan user interface yang baik dan dapat meningkatkan produktifitas pemakainya.
7.       kebutuhan kelayakan
8.       Lima macam kelayakan harus tetap diperhitungkan dalam desain sistem informasi. Lima macam kelayakan ini adalah kelayakan teknik, kelayakan ekonomi, kelayakan jadwal, kelayakan operasi, dan kelayakan hukum. Walaupun kelayakan-kelayakan ini telah dinilai pada tahap perencanaan sistem, tetapi dalam tahap desain sistem juga harus dipertimbangkan kembali, karena kemungkinan apa yang direncanakan di tahap perencanaan sistem mungkin di tahap desain sistem mengalami perubahan-perubahan.


Referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar