BAB 5
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Teknik pengumpulan adalah sebuah
teknik atau cara yang dilakukan oleh peneliti untuk bisa mengumpulkan data yang
terkait dengan permasalahan dari penelitian yang diambilnya.
a.
Teknik wawancara
Teknik ini dilakukan dengan
mengajukan beberapa pertanyaan secara langsung kepada subjek penelitian itu
sendiri. Dahulu, untuk melakukan teknik yang satu ini dilakukan dengan cara
bertatap muka secara langsung. Sebelum melakukan sebuah wawancara, biasanya
peneliti akan membuat beberapa pertanyaan terlebih dahulu. Untuk membuat
pertanyaan yang akan ditanyakan kepada narasumber juga tidak boleh dilakukan
dengan cara sembarangan. Peneliti harus membuat pertanyaan yang sesuai dengan
topik yang akan dibahas.
b.
Teknik observasi
merupakan sebuah teknik yang
dilakukan dengan cara mengamati secara langsung suatu keadaan atau pun situasi
dari sebuah subjek penelitian. Untuk data dari hasil observasi ini sendiri tak
hanya dilihat dari sikap subjek penelitian itu saja, akan tetapi ada pula
berbagai macam faktor yang harus Anda perhatikan. Dengan berbagai macam teknik
yang ada di dalamnya, bisa dikatakan bahwa untuk metode pengumpulan data yang
satu ini cukup kompleks. Hal tersebut karena tidak hanya terfokus pada
satu fenomena saja, namun juga dengan beberapa fenomena lainnya.
c.
Teknik angket
Angket / kuesioner adalah teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan
atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.
Beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono,
2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan
penampilan fisik.
Prinsip Penulisan angket antara lain :
- Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
- Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris, dsb.
- Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.
- Pertanyaan tidak mendua artinya pertanyaan tidak mengandung dua arti yang akan menyulitkan responden.
- Tidak menanyakan yang sudah lupa atau tidak menggunakan pertanyaan yang menyebabkan responden berpikir keras
- Pertanyaan tidak menggiring responden.
- Pertanyaan tidak boleh tertalu panjang atau terlalu banyak. Kalo terlalu panjang atau tertalu banyak akan menyebabkan responden merasa jenuh untuk mengisinya.
- Urutan pertanyaan dimulai dari yang umum sampai ke spesifik, atau dari yang mudah menuju ke yang sulit, atau di acak.
Tugas BAB 5
soal
1.
Jelaskana teknik-teknik
pengumpulan data yang bisa anda gunakan pada saat anda penelitian, dari
teknik-teknik tersebut teknik manakan yang paling baik menurut anda jelaskan
alasannya serta berikan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing teknik
pengumpulan data tersebut.
2.
Buatlah alat bantu interview
guide sebelum anda melakukan teknik interview pada divisi marketing/penjualan.
3.
Yang terkait dengan observasi
pada penggunakan teknik observasi catatlah hal-halsebgai berikut:
a) Uraikan
permasalahan-permasalahan yang terdapat pada divisi inventori
b) Uraikan
kebutuhan kebutuhan data dan informasi yang terdapat pada divisi inventori min
5 data dan hasil
4.
Pada penggunaan teknik daftar
petanyaan ada 2 format data pertanyaan yang bisa digunakan. Jelaskan ke2 format
data pertanyaan tersebut.
5.
Buatlah daftar pertanyaan baik
dengan format bebas dan format pasti pada divisi inventori.
Jawaban:
1.
a.)Teknik wawancara, Wawancara merupakan suatu
teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data.
Komunikasi tersebut dilakukan dengan dialog (Tanya jawab) secara lisan, baik
langsung maupun tidak langsung (I.Djumhur dan Muh.Surya, 1985).
Kelebihan:
·
Flexibility. Pewawancara dapat secara luwes
mengajukan pertanyaan sesuai dengan situasi yang dihadapi pada saat itu. Jika
dia menginginkan informasi yang mendalam maka dapat melakukan “probing”.
·
Nonverbal Behavior. Pewawancara dapat
mengobservasi perilaku nonverbal, misalnya rasa suka, tidak suka atau perilaku
lainnya pada saat pertanyaan diajukan dan dijawab oleh responden.
·
Question Order. Pertanyaan dapat diajukan
secara berurutan sehingga responden dapat memahami maksud penelitian secara
baik, sehingga responden dapat menjawab pertanyaan dengan baik.
·
Respondent alone can answer. Jawaban tidak
dibuat oleh orang lain tetapi benar oleh responden yang telah ditetapkan.
·
Greater complexity of questionnaire. Kuesioner
umumnya berisi pertanyaan yang mudah dijawab oleh responden. Melalui wawancara,
dapat ditanyakan hal-hal yang rumit dan mendetail.
·
Completeness. Pewawancara dapat memperoleh
jawaban atas seluruh pertanyaan yang diajukan.
Kekurangan:
·
Mengadakan wawancara dengan individu satu
persatu memerlukan banyak waktu dan tenaga dan juga mungkin biaya.
·
Interview Bias. Walau dilakukan secara tatap
muka, namun kesalahan bertanya dan kesalahan dalam menafsirkan jawaban, masih
bisa terjadi. Sering atribut (jenis kelamin, etnik, status sosial, jabatan,
usia, pakaian, penampilan fisik, dsb) responden dan juga pewawancara mempengaruhi
jawaban.
·
Keberhasilan wawancara sangat tergantung dari
kepandaian pewawancara dalam melakukan hubungan antar manusia (human relation).
·
Wawancara tidak selalu tepat pada
kondisi-kondisi tempat tertentu, misalnya di lokasi-lokasi ribut dan ramai.
·
Sangat tergantung pada kesediaan, kemampuan dan
keadaan sementara dari subyek wawancara, yang mungkin menghambat ketelitian
hasil wawancara.
·
Jangkauan responden relatif kecil dan memakan
waktu lebih lama dari pada angket dan biaya yang relatif yang lebih mahal.
b.)Teknik observasi adalah pengamatan langsung para pembuat keputusan
berikut lingkungan fisiknya dan atau pengamatan langsung suatu kegiatan yang
sedang berjalan.
Kelebihan:
·
Data yang dikumpulkan melalui observasi
cenderung mempunyai keandalan yang tinggi.
·
Dapat melihat langsung apa yang sedang
dikerjakan, pekerjaan-pekerjaan yang rumit kadang-kadang sulit untuk
diterangkan.
·
Dapat menggambarkan lingkungan fisik dari
kegiatan-kegiatan, misalnya tata letak fisik peralatan, penerangan, gangguan
suara dan lain-lain.
·
Dapat mengukur tingkat suatu pekerjaan, dalam
hal waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu unit pekerjaaan tertentu.
Kekurangaan:
·
Umumnya orang yang diamati merasa terganggu
atau tidak nyaman, sehingga akan melakukan pekerjaannya dengan tidak
semestinya.
·
Pekerjaan yang sedang diamati mungkin tidak
mewakili suatu tingkat kesulitan pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan
khusus yang tidak selalu dilakukan atau volume-volume kegiatan tertentu.
·
Dapat mengganggu proses yang sedang diamati.
·
Orang yang diamati cenderung melakukan
pekerjaannya dengan lebih baik dari biasanya dan sering menutup-nutupi
kejelekan-kejelekannya.
c.)Teknik pertanyaan(quisioner) adalah suatu daftar yang berisi
prtanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan seorang analis
system untuk mengumpulkan data dan pendapat dari para responden yang telah
dipilih. Daftar pertanyaan ini kemudianakan dikirim kepada para responden yang
akan mengisinya sesuai dengan pendapat mereka.
Kelebihan:
·
Bila lokasi responden jaraknya cukup jauh,
metode pengumpulan data yang paling mudah adalah dengan angket.
·
Pertanyaan-pertanyan yang sudah disiapkan
adalah merupakan waktu yang efisien untuk menjangkau responden dalam jumlah
banyak.
·
Dengan angket akan memberi kesempatan mudah pada
responden untuk mendiskusikan dengan temannya apabila menemui pertanyaan yang
sukar dijawab.
·
Dengan angket responden dapat lebih leluasa
menjawabnya dimana saja, kapan saja, tanpa terkesan terpaksa.
Kekurangan:
·
Apabila penelitian membutuhkan reaksi yang
sifatnya spontan dengan metode ini adalah kurang tepat.
·
Metode ini kurang fleksibel, kejadiannya hanya
terpancang pada pertanyaan yang ada.
·
Jawaban yang diberikan oleh responden akan
terpengaruh oleh keadaan global dari pertanyaan. Sangat mungkin jawaban yang
sudah diberikan di atas secara spontan dapat berubah setelah melihat pertanyaan
dilain nomor.
·
Sulit bagi peneliti untuk mengetahui maksud
dari apakag sudah responden sudah terjawab atau belum.
·
Ada kemungkinan terjadi respons yang salah dari
responden. Hal ini terjadi karena kurang kejelasan pertanyaan atau karena
keragu-raguan responden menjawab.Hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan
dalam teknik quisioner
#Menurut saya dari ke3 teknik tersebut yang paling digunakan adalah
teknik observasi karena kita bisa melihat dan mengamati secara langsung
kegiatan dan bisa bertanya juga langsung kepada sumbernya.
2.
Interview guide(inventory)
Contohnya:
|
No
|
Waktu
Pelaksanaan
|
Narasumber
|
Daftar
Pertanyaan
|
|
1
|
13-12-2010
11.15-12.05
WTA
|
Bapak
H. Abu Bakar
|
1)
Bagaimanakah cara pemesanatan produknya?
2)
System apa yang digunakan untuk pengiriman
produknya?
3)
Bagaimana cara pembayarannya?
|
|
2
|
13-12-2010
10.05-11.40
WTA
|
Ibu Nina
Juliani
|
1)
Bagaimanakah cara pemesanan produknya?
2)
System apa yang digunakan untuk pengirim
produknya?
3)
Bagaimana cara pembayarannya?
|
3.
a. masih kurangnya peralatan yag canggih
b. data
·
data barang yang diproduksi
·
data barang yang terjual
·
data barang yang belum terjual
informasi
·
pemasukan barang
·
jumlah penjualan barang
·
jumlah barang yang diproduksi
4.
format bebas adalah daftar pertanyaan yang
memberi kesempatan kepada responden untuk menuliskan pendapat mengenai
pertanyaan yang diberikan penneliti.sedangkan
format pasti adalah daftar pertanyaan yang alternatif jawabannya telah
disediakan oleh peneliti.
5.
a.)Format bebas
Contoh:
Bagaimanakah cara pemesanan produknya?
b.)format pasti
-check off question
system apa yang digunakan untuk pengiriman produknya?
Pamphlet/browser
media cetak
media elektrik
-Yes/No
apakah produksinya memuaskan?
Tidak
-opini question
Bagaimana pelayanan yang diberikannya?
baik
Kuarang baik