Senin, 09 Desember 2019

Teknik Pengumpulan Data


BAB 5
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Teknik pengumpulan adalah sebuah teknik atau cara yang dilakukan oleh peneliti untuk bisa mengumpulkan data yang terkait dengan permasalahan dari penelitian yang diambilnya.
a.       Teknik wawancara
Teknik ini dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan secara langsung kepada subjek penelitian itu sendiri. Dahulu, untuk melakukan teknik yang satu ini dilakukan dengan cara bertatap muka secara langsung. Sebelum melakukan sebuah wawancara, biasanya peneliti akan membuat beberapa pertanyaan terlebih dahulu. Untuk membuat pertanyaan yang akan ditanyakan kepada narasumber juga tidak boleh dilakukan dengan cara sembarangan. Peneliti harus membuat pertanyaan yang sesuai dengan topik yang akan dibahas.
b.      Teknik observasi
merupakan sebuah teknik yang dilakukan dengan cara mengamati secara langsung suatu keadaan atau pun situasi dari sebuah subjek penelitian. Untuk data dari hasil observasi ini sendiri tak hanya dilihat dari sikap subjek penelitian itu saja, akan tetapi ada pula berbagai macam faktor yang harus Anda perhatikan. Dengan berbagai macam teknik yang ada di dalamnya, bisa dikatakan bahwa untuk metode pengumpulan data yang satu ini  cukup kompleks. Hal tersebut karena tidak hanya terfokus pada satu fenomena saja, namun juga dengan beberapa fenomena lainnya.
c.       Teknik angket
Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.
Prinsip Penulisan angket antara lain :
  • Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
  • Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris, dsb.
  • Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.
  • Pertanyaan tidak mendua artinya pertanyaan tidak mengandung dua arti yang akan menyulitkan responden.
  • Tidak menanyakan yang sudah lupa atau tidak menggunakan pertanyaan yang menyebabkan responden berpikir keras
  • Pertanyaan tidak menggiring responden.
  • Pertanyaan tidak boleh tertalu panjang atau terlalu banyak. Kalo terlalu panjang atau tertalu banyak akan menyebabkan responden merasa jenuh untuk mengisinya.
  • Urutan pertanyaan dimulai dari yang umum sampai ke spesifik, atau dari yang mudah menuju ke yang sulit, atau di acak.
Tugas BAB 5
soal
1.      Jelaskana teknik-teknik pengumpulan data yang bisa anda gunakan pada saat anda penelitian, dari teknik-teknik tersebut teknik manakan yang paling baik menurut anda jelaskan alasannya serta berikan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing teknik pengumpulan data tersebut.
2.      Buatlah alat bantu interview guide sebelum anda melakukan teknik interview pada divisi marketing/penjualan.
3.      Yang terkait dengan observasi pada penggunakan teknik observasi catatlah hal-halsebgai berikut:
a)      Uraikan permasalahan-permasalahan yang terdapat pada divisi inventori
b)      Uraikan kebutuhan kebutuhan data dan informasi yang terdapat pada divisi inventori min 5 data dan hasil
4.      Pada penggunaan teknik daftar petanyaan ada 2 format data pertanyaan yang bisa digunakan. Jelaskan ke2 format data pertanyaan tersebut.
5.      Buatlah daftar pertanyaan baik dengan format bebas dan format pasti pada divisi inventori. 
Jawaban:
1.      a.)Teknik wawancara, Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data. Komunikasi tersebut dilakukan dengan dialog (Tanya jawab) secara lisan, baik langsung maupun tidak langsung (I.Djumhur dan Muh.Surya, 1985).
Kelebihan:
·        Flexibility. Pewawancara dapat secara luwes mengajukan pertanyaan sesuai dengan situasi yang dihadapi pada saat itu. Jika dia menginginkan informasi yang mendalam maka dapat melakukan “probing”.
·        Nonverbal Behavior. Pewawancara dapat mengobservasi perilaku nonverbal, misalnya rasa suka, tidak suka atau perilaku lainnya pada saat pertanyaan diajukan dan dijawab oleh responden.
·        Question Order. Pertanyaan dapat diajukan secara berurutan sehingga responden dapat memahami maksud penelitian secara baik, sehingga responden dapat menjawab pertanyaan dengan baik.
·        Respondent alone can answer. Jawaban tidak dibuat oleh orang lain tetapi benar oleh responden yang telah ditetapkan.
·        Greater complexity of questionnaire. Kuesioner umumnya berisi pertanyaan yang mudah dijawab oleh responden. Melalui wawancara, dapat ditanyakan hal-hal yang rumit dan mendetail.
·        Completeness. Pewawancara dapat memperoleh jawaban atas seluruh pertanyaan yang diajukan.
Kekurangan:
·        Mengadakan wawancara dengan individu satu persatu memerlukan banyak waktu dan tenaga dan juga mungkin biaya.
·        Interview Bias. Walau dilakukan secara tatap muka, namun kesalahan bertanya dan kesalahan dalam menafsirkan jawaban, masih bisa terjadi. Sering atribut (jenis kelamin, etnik, status sosial, jabatan, usia, pakaian, penampilan fisik, dsb) responden dan juga pewawancara mempengaruhi jawaban.
·        Keberhasilan wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara dalam melakukan hubungan antar manusia (human relation).
·        Wawancara tidak selalu tepat pada kondisi-kondisi tempat tertentu, misalnya di lokasi-lokasi ribut dan ramai.
·        Sangat tergantung pada kesediaan, kemampuan dan keadaan sementara dari subyek wawancara, yang mungkin menghambat ketelitian hasil wawancara.
·        Jangkauan responden relatif kecil dan memakan waktu lebih lama dari pada angket dan biaya yang relatif yang lebih mahal.
b.)Teknik observasi adalah pengamatan langsung para pembuat keputusan berikut lingkungan fisiknya dan atau pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang berjalan.


Kelebihan:
·        Data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai keandalan yang tinggi.
·        Dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan, pekerjaan-pekerjaan yang rumit kadang-kadang sulit untuk diterangkan.
·        Dapat menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan-kegiatan, misalnya tata letak fisik peralatan, penerangan, gangguan suara dan lain-lain.
·        Dapat mengukur tingkat suatu pekerjaan, dalam hal waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu unit pekerjaaan tertentu.
Kekurangaan:
·        Umumnya orang yang diamati merasa terganggu atau tidak nyaman, sehingga akan melakukan pekerjaannya dengan tidak semestinya.
·        Pekerjaan yang sedang diamati mungkin tidak mewakili suatu tingkat kesulitan pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu dilakukan atau volume-volume kegiatan tertentu.
·        Dapat mengganggu proses yang sedang diamati.
·        Orang yang diamati cenderung melakukan pekerjaannya dengan lebih baik dari biasanya dan sering menutup-nutupi kejelekan-kejelekannya.
c.)Teknik pertanyaan(quisioner) adalah suatu daftar yang berisi prtanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan seorang analis system untuk mengumpulkan data dan pendapat dari para responden yang telah dipilih. Daftar pertanyaan ini kemudianakan dikirim kepada para responden yang akan mengisinya sesuai dengan pendapat mereka.
Kelebihan:
·        Bila lokasi responden jaraknya cukup jauh, metode pengumpulan data yang paling mudah adalah dengan angket.
·        Pertanyaan-pertanyan yang sudah disiapkan adalah merupakan waktu yang efisien untuk menjangkau responden dalam jumlah banyak.
·        Dengan angket akan memberi kesempatan mudah pada responden untuk mendiskusikan dengan temannya apabila menemui pertanyaan yang sukar dijawab.
·        Dengan angket responden dapat lebih leluasa menjawabnya dimana saja, kapan saja, tanpa terkesan terpaksa.
Kekurangan:
·        Apabila penelitian membutuhkan reaksi yang sifatnya spontan dengan metode ini adalah kurang tepat.
·        Metode ini kurang fleksibel, kejadiannya hanya terpancang pada pertanyaan yang ada.
·        Jawaban yang diberikan oleh responden akan terpengaruh oleh keadaan global dari pertanyaan. Sangat mungkin jawaban yang sudah diberikan di atas secara spontan dapat berubah setelah melihat pertanyaan dilain nomor.
·        Sulit bagi peneliti untuk mengetahui maksud dari apakag sudah responden sudah terjawab atau belum.
·        Ada kemungkinan terjadi respons yang salah dari responden. Hal ini terjadi karena kurang kejelasan pertanyaan atau karena keragu-raguan responden menjawab.Hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam teknik quisioner
#Menurut saya dari ke3 teknik tersebut yang paling digunakan adalah teknik observasi karena kita bisa melihat dan mengamati secara langsung kegiatan dan bisa bertanya juga langsung kepada sumbernya.
2.      Interview guide(inventory)
Contohnya:
No
Waktu Pelaksanaan
Narasumber
Daftar Pertanyaan
1
13-12-2010
11.15-12.05 WTA
Bapak H. Abu Bakar
1)      Bagaimanakah cara pemesanatan produknya?
2)      System apa yang digunakan untuk pengiriman produknya?
3)      Bagaimana cara pembayarannya?
2
13-12-2010
10.05-11.40 WTA
Ibu Nina Juliani

1)      Bagaimanakah cara pemesanan produknya?
2)      System apa yang digunakan untuk pengirim produknya?
3)      Bagaimana cara pembayarannya?

           
3.      a. masih kurangnya peralatan yag canggih
b. data
·        data barang yang diproduksi
·        data barang yang terjual
·        data barang yang belum terjual
informasi
·        pemasukan barang
·        jumlah penjualan barang
·        jumlah barang yang diproduksi
4.      format bebas adalah daftar pertanyaan yang memberi kesempatan kepada responden untuk menuliskan pendapat mengenai pertanyaan yang diberikan penneliti.sedangkan
format pasti adalah daftar pertanyaan yang alternatif jawabannya telah disediakan oleh peneliti.
5.      a.)Format bebas
Contoh:
Bagaimanakah cara pemesanan produknya?
b.)format pasti
-check off question
system apa yang digunakan untuk pengiriman produknya? 

       
  Media online                                           

 
Pamphlet/browser
 
 media cetak
 
 media elektrik

-Yes/No
apakah produksinya memuaskan?

Yes                                    
  
Tidak

-opini question
Bagaimana pelayanan yang diberikannya?

Sangat baik            
          
baik
 
Kuarang baik




BAB 4
Soal
1.      Apa yang dimaksud kebijakan system serta sebutkan factor-faktor yang perlu dinilai dalam merencanakan proyek system?
2.      a.)Jelaskan 3 tahapan didalam perencanaan system
b.)identifikasikan proyek-proyek yang bisa dibangun di Universitas Muhammadiyah Cirebon beserta luang lingkupnya masing-masing
3.      Jelaskan apa yang dimaksud study kelayakan serta jelaskan pula faktor-faktor yang perlu dinilai dalam studi kelayakan tersebut?
4.      Sebutkan devinisi dari anilisis system serta uraikan langkah-langkahnya(secara lengkap)
Jawaban:
1.      Kebijakan sistem (systems policy) merupakan landasan dan dukungan dari manajemen puncak untuk membuat perencanaan sistem. Kebijakan sistem itu sendiri antara lain dilakukan oleh management puncak, mengembangkan suatu sistem informasi, menyediakan manajemen dengan informasi yang cukup, meningkatkan produktifitas karyawan.


2. a.)-mengkaji tujuan,perencanaan strategi dan taktik perusahaan, berarti perencanaan system harus diarahkan untuk dapat merencanakan system informasi yang dapat mendukung kegiatan organisasi secara keseluruhan sehingga tujuan perusahaan akan tercapai.
   -mengidentifikasikan proyek-proyek system infomasi,yaitu menentukan proyek-proyek system infomasi yang dibutuhkan dalam suatu organisai.
Contoh: pengendalian produksi
  -menetapkan sasaran proyek-proyek system,  merupakan apa yang ingin dicapai oleh masing-masing proyek system
Contoh: meningkatkan volume penjualan
 b.) proyek proyek yang bsa dibangun Universitas Muhammadiyah Cirebon yaitu:
·        bangunan  kampus 1 yang berada di Tuparrep yang mana dilingkungannya terdapat masjid kampus 1 keuangan kampus 1, aula, ruangan fakultas seperti ekonomi, manajemen dan lainnya.
·        Bangunan kampus 2 yang berada di watubelah yang mana dilingkunagnnya terdapat gedung Fakultas Teknik, FKIP&FAI, FIKES,CH, Pesantren dan lainnya.
3.      -Studi Kelayakan adalah suatu studi yang akan digunakan untuk menentukan apakah pengembangan proyek sistem layak diteruskan atau tidak.
-Faktor-faktor yang perlu dinilai dalam studi kelayakan
·        Ekonomi Kelayakan
·        Hukum Kelayakan
·        Operasional Kelayakan
·        Jadwal Kelayakan
·        Pasar dan Kelayakan Real Estate
·        Sumber Daya Kelayakan
·        Budaya Kelayakan
·        Kelayakan Keuangan
·        Produksi
4.    -Analisa sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu system informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikn dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatankesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.
- Langkah-Langkah Analisa Sistem
1)      dentify, yaitu mengidentifikasikan masalah
Tugas analis system Dalam Mengidentifikasi Masalah adalah :
·        Mengidentifikasi Penyebab Masalah
·        Mengidentifikasi Titik Keputusan
·        Mengidentifikasi Personil-personil Kunci
2)      Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada
Tugas analis system Dalam Memahami Kerja Sistem:
·        Menentukan Jenis Penelitian
·        Merencanakan Jadual Penelitian
·        Membuat Penugasan Penelitian
·        Membuat Agenda Wawancara
·        Mengumpulkan Hasil Penelitian
3)      Analyze, menganalisis system
Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan.
·        Menganalisis Kelemahan Sistem
4)      Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.